Berita Lain:
 
Malam Pembukaan JIFFest

Jakarta, Disctarra.Com. MALAM pembukaan JIFFest (Jakarta International Film Festival) yang berlangsung kemarin, Jumat malam (3/11) di PPHUI (Pusat Perfilman H Usmar Ismail) berlangsung sangat meriah. Padahal sejak siang sampai petang hari itu, Jakarta diguyur hujan selebat-lebatnya menyeluruh di semua kawasan.


Akibatnya sebagian jalan tergenang banjir yang mengakibatkan kemacetan berantai di seantero pelosok. Ratusan mobil mesti antre puluhan menit di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Tokh semua kendala itu bukan menjadi halangan bagi para Duta Besar negara-negara sahabat untuk hadir dan menonton film pembuka festival, Shower, film produksi Cina tahun 1999. Ironisnya, justru dari kalangan perfilman nasional sendiri, malah tidak menampakkan wajahnya. Kalau Garin Nugroho kabarnya sedang berada di luar negeri, sedangkan Christine Hakim masih terlibat syuting sinetron yang tidak bisa ditinggalkannya, maka wajah-wajah artis kita sangat langka terlihat. Rasanya bisa dihitung dengan jari sebelah tangan yang memerlukan datang dengan minat serius, mereka adalah Mathias Muchus dan isterinya, Mira Lesmana, El Manik, Marissa Haque, Jajang Pamuntjak, dan Nurul Arifin. Tapi ada kejutan pada upacara malam pembukaan itu dengan hadirnya penyanyi cilik SHERINA yang dikontrak RCTI untuk menjadi presenter.

Penampilan perdana Sherina sebagai pemandu acara khusus JIFFest ini dibimbing oleh sutradara Yan Widjaya yang juga menulis naskah-skripnya. Walau baru duduk di kelas 5 SD, namun Sherina sudah professional sebagai artis. Bersama ibunya, ia sudah siap di lokasi PPHUI, sejak pukul 18.00 wib sorenya. Naskah skrip dihafalkannya dengan cepat sejak menerimanya pada Kamis malam sebelumnya. Inti pertanyaan yang dilontarkan Sherina umumnya mengenai komentar mereka mengenai diselenggarakannya JIFFest yang kedua ini. Maka tokoh yang ditanya pun menjawab dengan berbagai versi pikiran mereka masing-masing. Antara lain Sherina mewawancarai Shanty Harmain, Ketua Komite Festival, dua sutradara muda; Harry Suharyadi (pembuat film Pachinko yang lokasi syutingnya di Tokyo dan memang dibuat dalam bahasa Jepang, dibubuhi teks bahasa Indonesia) serta Teddy Soeriaatmadja (sutradara film aksi eksperimental Culik). Dua wartawan film yang hadir kebagian diwawancarai oleh Sherina juga, mereka adalah Herman Wijaya (dari Disctarra.Com) dan Mathias Hariyadi (Kompas). Tak ketinggalan Noorca Massardi (Forum Keadilan) dalam kapasitasnya sebagai kritikus film. Sasaran Sherina berikutnya adalah produser film Petualangan Sherina sendiri, Mira Lesmana. Juga ditarik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya, aktor El Manik, aktris Marissa Haque, dan Femi Flaurensia, seorang mahasiswi Fakultas Hukum Trisakti yang hobi menonton film-film bermutu. "Wah, capek juga, tapi asyik ya jadi reporter teve kayak gini," cetus bintang cilik laris ini sambil menggeragoti paha ayam goreng Kentucky seusai mewawancarai tokoh-tokoh tadi. Eh, sekarang giliran Sherina yang mesti melayani para penggemarnya. Banyak yang menggunakan kesempatan bertemu Sherina ini dengan meminta tanda tangannya. Bahkan juga beberapa orang asing dewasa (diplomat dari Kedubes asing) ikutan antre untuk mendapatkan tanda tangan Sherina (mungkin untuk anak-anaknya yang menyukai Sherina setelah menonton filmnya?!). Program JIFFest-RCTI yang diproduseri oleh Dada Soenardhi ini ditayangkan besok, Minggu petang, pada pukul 16.00 wib.

Sumber: Disctarra.com